Kementan Dorong Ekspansi Jagung Pangan, Target 18 Juta Ton untuk Kebutuhan Industri
Jakarta, (14/2) – Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat pengembangan jagung pangan untuk memasok kebutuhan industri nasional sekaligus memperkuat ketahanan pangan dalam negeri. Langkah ini merupakan bagian dari strategi swasembada jagung 2026 dengan target produksi mencapai 18 juta ton pipilan kering.
Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk memperluas hilirisasi jagung. Tidak hanya sebagai pakan ternak, jagung kini didorong menjadi bahan baku industri pangan guna meningkatkan nilai tambah komoditas petani.
Proyeksi Produksi dan Stabilitas Harga
Data BPS memproyeksikan potensi produksi jagung pada periode Januari–Maret 2026 mencapai 4,94 juta ton, atau naik 4,18 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Dengan stok carry over sekitar 4,5 juta ton, pemerintah memastikan kebutuhan nasional terpenuhi tanpa impor. Untuk melindungi petani, harga pembelian ditetapkan sebesar Rp5.500 per kilogram.
Fokus Industri dan Sinergi Benih
Kebutuhan jagung pangan untuk industri pengolahan pati dan turunannya diperkirakan mencapai 450.000 ton per tahun. Guna memenuhi spesifikasi industri yang membutuhkan kadar pati tinggi, Kementan berkoordinasi dengan produsen benih nasional untuk menyediakan varietas yang sesuai.
Direktur Hilirisasi Hasil Tanaman Pangan, Tiurmauli Silalahi, menyatakan bahwa pemerintah terus memperkuat sinergi antara petani dan industri melalui sosialisasi di berbagai provinsi sentra jagung. Hal ini dilakukan untuk menjamin pasokan bahan baku yang berkelanjutan.
Hilirisasi untuk Nilai Tambah Ekonomi
Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Yudi Sastro, menegaskan bahwa kemajuan teknologi pengolahan memungkinkan jagung bertransformasi menjadi produk bernilai tinggi. "Melalui penguatan kemitraan dan hilirisasi, jagung tidak hanya menjadi komoditas pakan, tetapi juga sumber bahan baku industri pangan bernilai tambah tinggi bagi ekonomi nasional," ujarnya.
Strategi ini diharapkan mampu menempatkan jagung sebagai fondasi pertumbuhan industri pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di seluruh Indonesia.
Terima kasih telah membaca artikel kami. Kami ingin mengajak Anda untuk terus menjelajahi dan memperdalam pengetahuan Anda. Temukan berita terbaru dan artikel bermanfaat dengan mengklik tautan berikut "Klik di sini".
Artikel ini bersumber pada Kementerian Pertanian